Social Icons

Pages

Tampilkan postingan dengan label pilot. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pilot. Tampilkan semua postingan

Selasa, 18 Desember 2012

Ini Tiga Kesalahan Fatal Pilot Sukhoi Superjet 100

Kru pesawat Sukhoi Superjet 100 yang jatuh di Gunung Salak, Bogor, Jawa Barat, Rabu (9/5/2012).


Kecelakaan pesawat Sukhoi Superjet 100 yang jatuh di Gunung Salak telah terungkap.  Selain pilot yang mengobrol, ada dua kesalahan fatal lainnya yang menyebabkan 45 penumpang tewas.

Bila belajar Google Adwords mudah, belajar mengemudikan pesawat tentu berbeda.  Bahkan pilot handal sekalipun masih lalai dalam mengemudikan pesawat sehingga menyebabkan kecelakaan.  Ini yang terjadi pada pilot Sukhoi Superjet 100.

Investigasi KNKT memuat data tiga  kesalahan fatal pilot SSJ 100 yang membawa 45 penumpang tersebut. Hasil tersebut diungkap Tatang Kurniadi, Ketua Komite Nasional Keselamatan Transportasi, Selasa (18/12).

Pertama, informasi tentang area yang dilintasi (Bogor) tidak tertera pada peta pesawat SSJ 100.  Wilayah  imajiner itu melintang sepanjang 50 kilometer dari Tangerang hingga Cikeas, dengan lebar sekitar 20 kilometer.  Pilot yang tidak menguasai medan dan kontur pengunungan Salak semakin diperparah dengan kondisi langit yang tebal hingga jarak pandang terbatas.

Kedua, dalam penerbangan tersebut, Pilot In Command (PIC) Aleksandr Yablontsev (57) bertugas sebagai pilot yang mengemudikan pesawat dan Second In Command (SIC) bertugas sebagai pilot monitoring.  Seorang wakil dari  calon pembeli duduk di kokpit yaitu di observer (jump seat).

Kehadiran calon pembeli inilah yang diduga kuat membuat hilangnya konsentrasi pilot dalam mengemudikan pesawat.  Sebab, komunikasi di luar konteks penerbangan terjadi di menit-menit terakhir seperti yang terekam.

Disinyalir, ia tengah mempromosikan kehebatan SSJ 100 kepada wakil calon pembeli beberapa saat sebelum menabrak tebing Gunung Salak.

Dugaan ini diperkuat dari rentetan komunikasi yang didapat tim investigasi melalui memori modul black box. Bahkan 34 detik sebelum pesawat itu menabrak tebing, Yablonstev mematikan Terrain Awareness Warning System (TAWS) yang memberikan peringatan berupa suara sebanyak enam kali.  Pilot sengaja mematikan TAWS sebab mengira itu hanya database yang bermasalah.

Kesalahan ketiga ialah saat data penerbangan yang dibawa ke dalam pesawat. Hal ini membuat proses evakuasi menjadi tersendat dan keluarnya data korban yang simpang siur.

"Ini bukan human error, tapi human factor," ujar Tatang.

Tatang juga menjelaskan bahwa biasanya pilot kerap kali keluar dari parameter seharusnya saat penerbangan demonstrasi.  Hal ini dilakukan untuk menunjukkan kehebatan pesawat pada calon pembeli.

Minggu, 25 November 2012

Norashikin, Pilot Wanita Cantik AirAsia Pertama se-Malaysia




Pilot wanita pertama di seluruh Malaysia dikenalkan AirAsia.  Captain Norashikin Onn yang berparas cantik resmi mendapatkan lisensi sebagai pilot.  Seperti apa pengalaman terbang wanita ini?

Motivator terbaik pernah berkata wanita bisa menjadi orang hebat dengan segala impiannya.  Mungkin ini pula yang terjadi pada Norashikin Onn.  Gelar Anugerah Kesatria Puteri diterimanya dari pemerintah Malaysia.

"Saya sangat senang pemerintah memberikan banyak perhatian kepada pencapaian wanita," kata Norashikin seperti ditulis The Star, Senin (26/11).

Pilot wanita pertama di Malaysia ini berusia 44 tahun.  Profesinya sebagai Flight Commander di AirAsia membuatnya mampu mengoperasikan pesawat berbadan lebar untuk penerbangan komersial di Malaysia.

Seolah ingin mengajak wanita lainnya untuk meraih mimpi, Norashikin memberi pesan.  "Tidak ada yang tidak mungkin. Reach for the skies," ungkapnya.

 

Sample text

Sample Text

Sample Text